Senin, 04 April 2016

Tayangan Telivisi Merusak Moral Anak Bangsa


Nama  : Siti Nurul Fatimah 
Nim     : 20140720049

Tayangan Telivisi Merusak Moral Anak Bangsa

            Pada zaman sekarang televisi merupakan media massa elektronik yang mampu menyebarkan berita secara cepat.
Hingga memiliki kemampuan mengakses informasi dan mencapai khalayak dalam jumlah yang tidak terhingga. Pada waktu yang bersamaan Anak-anak bisa menghabiskan waktunya berjam-jam hanya untuk menonton siaran acara televisi.
            Katakan saja dalam satu minggu anak-anak menonton TV sekitar 17 jam. Apa yang mereka dapatkan dan pelajari pada waktu selama itu? Yang mereka dapat adalah kekerasan dapat menyelesaikan masalah, sama halnya yang dipertontonkan di sinetron-sinetron saat ini. Hal ini bukan membuat anak bertambah cerdas melainkan menghambat kecerdasan anak untuk berkembang.

            Menurut Friederich Friederich dan Stein yang melakukan penelitian longitudinal pada anak-anak usia 09-12 tahun tentang intensitas menonton tayangan film kekerasan pada televisi ternyata mempunyai dampak yang signifikan terhadap perilaku menonton tayangan TV menyangkut waktu yang digunakan remaja untuk menonton setiap hari (Bonar Agustus,2010)
            Mengapa kita harus mengurangi menonton televisi? Banyak dampak negatif dari menggunakan televisi. Anak-anak harus dijaga dari kebiasaan menonton televisi. Selain itu, telivisi juga ternyata bisa mendorong anak menjadi konsumtif. Hal ini karena anak-anak dinilai mudah terhasut iklan. Seperti halnya iklan Norwegia untuk larangan iklan TV. (Martin Caraher The Authors 2006)
            Sangat banyak dampak-dampak kecil dari dampak besar yang telah disebut tadi di atas. Hal ini tentunya oarangtua dapat membuat orangtua sadar bahwa membiarkan anak menonton telivisi dapat mengganggu perkembangan. Dalam hal ini tentunya diperlukan kedekatan dan pemahaman yang baik antara anak dan orang tua.
























KUTIP
Dako, R. T. (2012). Kenakalan remaja. Jurnal Inovasi, 9(02).
Hutapea, B. (2011). Studi Korelasi Intensitas Menonton Tayangan Yang Mengandung Kekerasan Di Televisi Dengan Perilaku Agresif Pada Anak. Jurnal Psikologi, 3(2).
Caraher, M., Landon, J., & Dalmeny, K. (2006). Television advertising and children: lessons from policy development. Public Health Nutrition, 9(05), 596-605.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar