Nama : Siti Nurul Fatimah
Nim : 20140720049
Tayangan
Telivisi Merusak Moral Anak Bangsa
Pada
zaman sekarang televisi merupakan media massa elektronik yang mampu menyebarkan
berita secara cepat.
Hingga memiliki kemampuan mengakses informasi dan mencapai khalayak dalam jumlah yang tidak terhingga. Pada waktu yang bersamaan Anak-anak bisa menghabiskan waktunya berjam-jam hanya untuk menonton siaran acara televisi.
Hingga memiliki kemampuan mengakses informasi dan mencapai khalayak dalam jumlah yang tidak terhingga. Pada waktu yang bersamaan Anak-anak bisa menghabiskan waktunya berjam-jam hanya untuk menonton siaran acara televisi.
Katakan saja dalam satu minggu anak-anak menonton TV
sekitar 17 jam. Apa yang mereka dapatkan dan pelajari pada waktu selama itu?
Yang mereka dapat adalah kekerasan dapat menyelesaikan masalah, sama halnya
yang dipertontonkan di sinetron-sinetron saat ini. Hal ini bukan membuat anak
bertambah cerdas melainkan menghambat kecerdasan anak untuk berkembang.
Menurut Friederich Friederich dan Stein yang melakukan
penelitian longitudinal pada anak-anak usia 09-12 tahun tentang intensitas
menonton tayangan film kekerasan pada televisi ternyata mempunyai dampak yang
signifikan terhadap perilaku menonton tayangan TV menyangkut waktu yang
digunakan remaja untuk menonton setiap hari (Bonar Agustus,2010)
Mengapa kita harus mengurangi menonton televisi? Banyak
dampak negatif dari menggunakan televisi. Anak-anak harus dijaga dari kebiasaan
menonton televisi. Selain itu, telivisi juga ternyata bisa mendorong anak
menjadi konsumtif. Hal ini karena anak-anak dinilai mudah terhasut iklan. Seperti
halnya iklan Norwegia untuk larangan iklan TV. (Martin Caraher The Authors 2006)
Sangat banyak dampak-dampak kecil dari dampak besar yang
telah disebut tadi di atas. Hal ini tentunya oarangtua dapat membuat orangtua
sadar bahwa membiarkan anak menonton telivisi dapat mengganggu perkembangan.
Dalam hal ini tentunya diperlukan kedekatan dan pemahaman yang baik antara anak
dan orang tua.
KUTIP
Dako, R. T. (2012). Kenakalan remaja. Jurnal Inovasi, 9(02).
Hutapea, B. (2011). Studi Korelasi Intensitas Menonton Tayangan Yang
Mengandung Kekerasan Di Televisi Dengan Perilaku Agresif Pada Anak. Jurnal
Psikologi, 3(2).
Caraher, M., Landon, J., & Dalmeny, K. (2006). Television
advertising and children: lessons from policy development. Public Health
Nutrition, 9(05), 596-605.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar